Kamis, 04 Desember 2014

filsafat kompasiana

Apa dan Bagaimana Ontologi Itu ?

Ontologi adalah cabang filsafat ilmu yang membicarakan tentang hakikat ilmu pengetaahuan. Muhadjir (2011:63) menjelaskan bahwan ontologi itu ilmu yang mempelajari tentang the being. Yang dibahas dalam ontologi adalah hakikat realitas. Adapun dalam penelitian kualitatif, idealisme, rasionalisme, materiaslisme, dan sebagainya. Keterkaitan antara penelitin kuantitatif dan kualitatif memang tidak tidak perlu diragukan. Jadi ontologi itu adalah ilmu yang membhas seluk-belik ilmu.
Secara etimologi ilmu dari bahasa inggris science. Pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang  benar (knowledge is justified true belief). Ontologi itu ilmu yang menelusuri tentang hakikat ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah keberadaan sesuatu fenomeno kehidupan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Filsafat ilmu yang mengikuti pemikiran ontologi, jelas mempelajari hakikat ilmu. Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal pemikiran Yunani telah menunjukan munculnya perenungan di bidang ontologi. Dalam ontologi orang meghadapi persoalan bagaimana kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini ? Pertama kali orang dihadapkan pada persoalan materi (kebenaran) dan kedua, pada kenyataan yang merupakan rohani (kejiwaan). Kedua realitas ini, yaitu lahir dan batin, merupakan hakekat keilmuan manusia. Manusia memiliki dua sumber ilmu, yaitu (1) ilmu lahir, kasatmata, dan bersifat observable, tangible dan (2) ilmu batin, taqn kasatmata, amat halus.
Pembicaraan tetang hakikat sangatlah luas sekali, segala yang ada yang mungkin ada. Hakikat adalah realitas; realitas adalah ke-real-an, artinya kenyataan yang sebenarnya. Pembahasan tentang ontologi sebagai dasar ilmu berusaha untuk menjawab pertanyaan “apa itu ada” yang menurut Ariestoteles merupakan The First Philosophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda-benda (sesuatu). Sebenarnya, bukan sekedar benda yang penting, tetapi fenomena di jagad raya ini, apa dan mengapa ada. Di alam semesta ini, kalau mau merenung secara hakiki, banyak hal yang menimbulkan tanda-tanda besar. Untuk lebih jelasnya perlu dikemukakan pengertian dan aliran pemikiran dalam ontologi ini.
Kalau dirunut lebih jauh, kata ontologi berasal dari perkataan Yunani, yaitu: Ontos : being, dan Logos. Jadi ontologi adalah the theory of being qua being (teori tentang keberadaan sebagai keberadaan). Atau bisa disebut juga ontologi sebagai ilmu tetang yang ada. Istilah ontologi pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1936 M.
Objek menjadi kajian dalam ontologi adalah realita yang ada. Ontologi adalah studi tentang yang ada secara universal, dengan mencari pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan atau menjelaskan yang ada dalam setiap bentuknya. Jadi ontologi merupakan studi yang terdalam dari setiap hakekat kenyataan, misalnya (1) dapatkah manusia sungguh-sungguh memilih sesuatu, (2) apakah ada Tuhan didunia ini, (3) apakah nyata dalam hakekatmaterial ataukah spiritual, (4) apakah jiwa sungguh dapat dibedakan dengan badan, (5) apakah hidup dan mati itu, dan sebagaiya.
Orang yang berfikir ontologi, kalau tidak berhati-hati sering bersentuhan dengan dalam sebuah agama. Agama selalu berfikir tentang ada atas dasar iman. Ontologi hendak meletakkan dasar keilmuan. Dalam filsafat ilmu jiwa miasalnya ada pemikiran ontologi: benarkah Tuhan itu tidak tidur (Gusti Ora Sare). Jawaban atas realitas abstrak ini, perlu dijawab secara ontologisme, melalui perenuangan ilomiah. Misalnya, ketika orang membenarkan hasil renungannya tetang Tuhan dan tidur, berarti Tuhan itu mengenal lelah (kantuk). Jika hal ini benar, berarti Tuhan itu apa bedanya dengan manusia. Jika manusia tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, muncul lagi pertanyaan, bagaimana wujud yang hakiki dari Tuhan ? Bagaimana hubungan anatara Tuhan dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir, merasa, dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan ? Lebih lanjut, apa sebenarnya yang disebut dengan ilmu pengetahuan, apa saja jenis-jenis ilmu pengetahuan ? Dari mana sumbernya. Banyak pertanyaan yang menggelitik tentang hakikat kesemestaan. Semakin kritis seseorang berfikir tentang ada, maka dunia ini seolah-olah semakin rumit dan semakin menarik dikaji.
Jika demikian, cukup jelas,ontologi adalah cabang filsafat ilmu yang mencoba mencernmati hakikatkeilmuan. Membahas ilmu dari dasar keilmuan itu ada, bentuk ilmu, wajah ilmu, dan bandingan-bandingan ilmu dengan yang lain akan menuntu manusia berfikir ontologisme. Ontologi menjadi pijakan manusia berfikir kritis tetang keadaan alam semesta yang sesungguhnya. Itulah esensi dari peta jagad raya, yangmisterius, penuh dengan teka-teki. Ilmu itu telah tertata secara sistematis dengan pengalaman metodologi yang rapi. Sebelum menjadi ilmu, sebenarnya masih berupa pengetahuan. Pengetahuan itu juga pengalaman manusia, pengalaman yang mantap, alan menjadi ilmu pengetahuan. Dengan ontologi, orang akan mampu membedakan, mana ilmu, mana pengetahuan, ilmu pengetahuan, dan mana pula yang non ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar