Apa dan Bagaimana Ontologi Itu ?
Ontologi
adalah cabang filsafat ilmu yang membicarakan tentang hakikat ilmu
pengetaahuan. Muhadjir (2011:63) menjelaskan bahwan ontologi itu ilmu
yang mempelajari tentang the being. Yang dibahas dalam ontologi adalah hakikat realitas. Adapun dalam penelitian kualitatif, idealisme, rasionalisme, materiaslisme, dan
sebagainya. Keterkaitan antara penelitin kuantitatif dan kualitatif
memang tidak tidak perlu diragukan. Jadi ontologi itu adalah ilmu yang
membhas seluk-belik ilmu.
Secara etimologi ilmu dari bahasa inggris science. Pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Ontologi
itu ilmu yang menelusuri tentang hakikat ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan adalah keberadaan sesuatu fenomeno kehidupan yang dapat
dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Filsafat ilmu
yang mengikuti pemikiran ontologi, jelas mempelajari hakikat ilmu.
Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan penyelidikan
kefilsafatan yang paling kuno. Awal pemikiran Yunani telah menunjukan
munculnya perenungan di bidang ontologi. Dalam ontologi orang meghadapi
persoalan bagaimana kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini ?
Pertama kali orang dihadapkan pada persoalan materi (kebenaran) dan
kedua, pada kenyataan yang merupakan rohani (kejiwaan). Kedua realitas
ini, yaitu lahir dan batin, merupakan hakekat keilmuan manusia. Manusia
memiliki dua sumber ilmu, yaitu (1) ilmu lahir, kasatmata, dan bersifat observable, tangible dan (2) ilmu batin, taqn kasatmata, amat halus.
Pembicaraan tetang hakikat sangatlah luas sekali, segala yang ada yang mungkin ada. Hakikat adalah realitas; realitas adalah ke-real-an,
artinya kenyataan yang sebenarnya. Pembahasan tentang ontologi sebagai
dasar ilmu berusaha untuk menjawab pertanyaan “apa itu ada” yang menurut
Ariestoteles merupakan The First Philosophy dan merupakan ilmu
mengenai esensi benda-benda (sesuatu). Sebenarnya, bukan sekedar benda
yang penting, tetapi fenomena di jagad raya ini, apa dan mengapa ada. Di
alam semesta ini, kalau mau merenung secara hakiki, banyak hal yang
menimbulkan tanda-tanda besar. Untuk lebih jelasnya perlu dikemukakan
pengertian dan aliran pemikiran dalam ontologi ini.
Kalau dirunut lebih jauh, kata ontologi berasal dari perkataan Yunani, yaitu: Ontos : being, dan Logos. Jadi ontologi adalah the theory of being qua being (teori
tentang keberadaan sebagai keberadaan). Atau bisa disebut juga ontologi
sebagai ilmu tetang yang ada. Istilah ontologi pertama kali
diperkenalkan oleh Rudolf Goclenius pada tahun 1936 M.
Objek menjadi
kajian dalam ontologi adalah realita yang ada. Ontologi adalah studi
tentang yang ada secara universal, dengan mencari pemikiran semesta
universal. Ontologi berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap
kenyataan atau menjelaskan yang ada dalam setiap bentuknya. Jadi
ontologi merupakan studi yang terdalam dari setiap hakekat kenyataan,
misalnya (1) dapatkah manusia sungguh-sungguh memilih sesuatu, (2)
apakah ada Tuhan didunia ini, (3) apakah nyata dalam hakekatmaterial
ataukah spiritual, (4) apakah jiwa sungguh dapat dibedakan dengan badan,
(5) apakah hidup dan mati itu, dan sebagaiya.
Orang yang
berfikir ontologi, kalau tidak berhati-hati sering bersentuhan dengan
dalam sebuah agama. Agama selalu berfikir tentang ada atas dasar iman.
Ontologi hendak meletakkan dasar keilmuan. Dalam filsafat ilmu jiwa
miasalnya ada pemikiran ontologi: benarkah Tuhan itu tidak tidur (Gusti Ora Sare). Jawaban
atas realitas abstrak ini, perlu dijawab secara ontologisme, melalui
perenuangan ilomiah. Misalnya, ketika orang membenarkan hasil
renungannya tetang Tuhan dan tidur, berarti Tuhan itu mengenal lelah
(kantuk). Jika hal ini benar, berarti Tuhan itu apa bedanya dengan
manusia. Jika manusia tidak memperoleh jawaban yang memuaskan, muncul
lagi pertanyaan, bagaimana wujud yang hakiki dari Tuhan ? Bagaimana
hubungan anatara Tuhan dengan daya tangkap manusia (seperti berfikir,
merasa, dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan ? Lebih lanjut, apa
sebenarnya yang disebut dengan ilmu pengetahuan, apa saja jenis-jenis
ilmu pengetahuan ? Dari mana sumbernya. Banyak pertanyaan yang
menggelitik tentang hakikat kesemestaan. Semakin kritis seseorang
berfikir tentang ada, maka dunia ini seolah-olah semakin rumit dan
semakin menarik dikaji.
Jika
demikian, cukup jelas,ontologi adalah cabang filsafat ilmu yang mencoba
mencernmati hakikatkeilmuan. Membahas ilmu dari dasar keilmuan itu ada,
bentuk ilmu, wajah ilmu, dan bandingan-bandingan ilmu dengan yang lain
akan menuntu manusia berfikir ontologisme. Ontologi menjadi pijakan
manusia berfikir kritis tetang keadaan alam semesta yang sesungguhnya.
Itulah esensi dari peta jagad raya, yangmisterius, penuh dengan
teka-teki. Ilmu itu telah tertata secara sistematis dengan pengalaman
metodologi yang rapi. Sebelum menjadi ilmu, sebenarnya masih berupa
pengetahuan. Pengetahuan itu juga pengalaman manusia, pengalaman yang
mantap, alan menjadi ilmu pengetahuan. Dengan ontologi, orang akan mampu
membedakan, mana ilmu, mana pengetahuan, ilmu pengetahuan, dan mana
pula yang non ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar