Rabu, 17 Juni 2015

filosofi matahari

filosofi matahari

Jika ingin menjadi bintang, jadilah matahari. Selalu memberikan energi yang menghidupkan bumi, menyinari tiada henti. Matahari ibarat cermin besar kehidupan yang memberi gambaran kelemahan dan kelebihan diri. Berkaca pada matahari akan memberi banyak energi dalam menjalani kehidupan.
Matahari adalah bintang yang paling dekat bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 km (93.026.724 mil). Matahari adalah suatu bola gas yang berpijar dan merupakan anggota tata surya yang paling besar karena 98 % massa tata surya terkumpul pada matahari. Karena itu, matahari merupakan pusat tata surya dan memiliki. Reaktor nuklir dan panas yang dikandungnya menjadikan energi yang sangat besar, sehingga bumi memiliki kehidupan dan ditumbuhi jutaan species makhluk hidup.
Karena pancaran energi matahari, bumi tetap hangat bagi kehidupan kita. Membuat air dan udara di bumi bisa bersirkulasi, serta mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan malam. Tanpa matahari, sulit untuk diprediksi akan adanya kehidupan di bumi. Tumbuhan tidak bisa melakukan proses fotosintesis yang menjadi sumber nutrisi pertumbuhan dan perkembangannya juga kelangsungan hidupnya. Meskipun sinar UV yang dikandungnya bisa membahayakan kulit kita, matahari tetap memiliki manfaat besar dalam kehidupan bumi dan seisinya. Ini merupakan pertanda bahwa selalu ada kekurangan di setiap kesempurnaan yang kita lihat dan kita rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar