-Filosofi
Untuk Mawar-
> Bunga mawar merah konon
melambangkan proses terjadinya sesuatu atau proses kelahiran ke dunia. Mawar
merah juga melambangkan ibu. Dalam bancakan weton (makanan dari selamatan-red),
dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa) Sedangkan bunga
mawar putih adalah perlambang dari ayah. Sang Ayah dalam bancakan weton,
dilambangkan pula berupa bubur putih dari santan kelapa. Lalu kedua bubur
merah dan putih, disilangkan, ditumpuk, dijejerin, merupakan lambang dari percampuran
raga antara Bapa dan Ibu. Percampuran ragawi yang diikat oleh rasa sejati, dan
jiwa yang penuh cinta kasih yang mulia, sebagai pasangan hidup yang seiring dan
sejalan. Perpaduan ini diharapkan menghasilkan bibit regenerasi yang
berkualitas unggul.
Dalam kebudayaan Barat, mawar adalah
bunga lambang cinta dan kecantikan. Bunga mawar dianggap suci untuk beberapa
dewa dalam mitologi Yunani seperti Isis dan Aprodite. Bunga mawar adalah bunga
nasional Inggris dan digunakan sebagai lambang tim nasional rugby Inggris dan
Rugby Football Union di Inggris.
Di Kanada, bunga mawar liar
merupakan bunga provinsi Alberta. Di Amerika Serikat, bunga mawar merupakan
bunga negara bagian Iowa, North Dakota, Georgia, dan New York. Kota Portland di
negara bagian Oregon, AS, setiap tahunnya akan mengadakan festival bunga mawar
yang akhirnya sering disebut "Kota Bunga mawar."
Bunga mawar merupakan simbol
anti-kekerasan di Georgia sewaktu terjadi Revolusi Mawar di tahun 2003. Selain
itu, bunga mawar sering dijadikan objek lukisan oleh banyak pelukis. Pelukis
Perancis bernama Pierre-Joseph Redouté juga terkenal dengan lukisan berbagai
spesies bunga mawar yang digambar dengan sangat teliti. oleh Aziz Turindra.
> mawar mengajarkan kita banyak
hal, mawar memberi kita pelajaran akan kehidupan ini, yang tiada pernah
sempurna dan takkan kekal adanya. segala rasa yang timbul dari hati kita, dari
pikiran kita, dan diri kita pun, akan seperi mawar.
mawar, sebuah bunga elok, indah
menawan... dapat membuat setiap orang ingin memetik dan memilikinya, tapi akan
ada saatnya dia gugur, ada saatnya dia akan mati, dan akan tiba pula saatnya ia
lenyap dari kehiudpan. meski tanpa suara sesungguhnya ia ingin berkata kepada
kita, tidaklah ada sesuatu yang abadi, tidak akan ada sesuatu yang kekal,
bahkan apa yang terlihat indah sekarang, ada kalanya menjadi sesuatu yang
dibuang, tiada berarti.
satu hal yang pasti, mawar
mengajarkan kita, bahwa janganlah menjadi manusia yang lemah , jangan jadi
manusia yang mudah terbawa oleh perasaan, janganlah jadi manusia yang suka akan
kesenangan dan keindahan sesaat. karena itu akan memberikan kita suatu
kehampaan yang sangat pedih, menimbulkan sebuah luka yang sangat dalam.
mawar juga bunga cinta, jika tiada
suatu rasa yang benar-benar bertekad untuk mempertahankan cinta, cinta antara
kita kan binasa. segala cerita yang telah tergores bersama kan terhapus begitu
mudahnya, saat kita hanya menyukai segala sesuatunya hanya dari luar, hanya
dari keindahan sesaat maka kehancuranlah yang menanti.
cinta adalah suatu nikmat dari-Nya
yang harus kita jaga, sedih dan senang berawal darinya. karena cinta adalah
warna dunia. (Blue_Roses JYP)
-Filsuf Klasik Yunani-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar