ARTIKEL
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
“PENETUS
MANAJEMEN”
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Pada
Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan
Dosen
pengampu : Dr. H. Suherman, MPd

Disusun
:
Dinda Faradilla Aini (2227132331)
Eki Pranata (2227132173)
Yogi Agus Faisal (2227131793)
Yuningsih (2227131811)
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SULTAN AGENG TIRTAYASA
PERKEMBANGAN
ILMU MANAJEMEN
Ilmu manajemen mempunyai
sejarah perkembangan sendiri seperti ilmu-ilmu lain. Didalam ilmu manajemen
dikenal tiga aliran pemikiran manajemen yang masing-masing berusaha membantu manajer untuk
memahami dan memimpin organisasi, serta mengatasi masalah-masalahnya. Tiga
aliran pemikiran manajemen tersebut adalah
aliran klasik (aliran ini mempunyai dua cabang yaitu manajemen ilmiah
dan teori organisasi klasik), aliran hubungan manusiawi (sering disebut aliran
perilaku atau aliran neoklasik), dan aliran ilmu manajemen.
A.
Teori manajemen organisasi klasik
Teori ini biasa disebut dengan “teori
tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad
19). Dalam teori ini organisasi
digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya
terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak
mengandung kreatifitas.
Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti
toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi..
fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu
yang indah begitu juga dengan organisasi.
Dikatakan teori mesin karena organisasi ini
menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan
digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:
Organisasi merupakan struktur hubungan,
kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan,
komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.
Teori Organisasi klasik sepenuhnya
menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsur pokok yang selalu muncul
dalam organisasi formal:
a)
Sistem
kegiatan yang terkoordinasi
b)
Kelompok
orang
c)
Kerjasama
d)
Kekuasaan
& Kepemimpinan
Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada
empat kondisi pokok: Kekuasaan, saling melayani, doktrin, Disiplin.
Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal
adalah:
a) Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b) Proses Skalar & Fungsional (proses
pertumbuhan vertical dan horizontal)
c) Struktur (hubungan antar kegiatan)
d) Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa
mengendalikan bawahan).
Teori Klasik berkembang
dalam 3 Aliran:
·
Birokrasi : Dikembangkan dari Ilmu
Sosiologi
·
Administrasi : Langsung dari praktek
manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah organisasi.
·
Manajemen ilmiah : Langsung dari praktek
manajemen memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.
Semua teori diatas
dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah
negara berbentuk kerajaan “Mesir, Cina & Romawi”.
B.
Teori birokrasi
Dikemukakan oleh “MAX
WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The
Theory of Social and Economic Organization”.
Istilah BIROKRASI
berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
“Legal” disebakan
adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan
secara jelas. Sedangkan “Rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin
dicapai.
Karekteristik-karekteristik
birokrasi menurut Max Weber:
·
Pembagian kerja
·
Hirarki wewenang
·
Program
rasional
·
Sistem Prosedur
·
Sistem Aturan hak kewajiban
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar