Rabu, 17 Juni 2015

filosofi untuk mawar



-Filosofi Untuk Mawar-
> Bunga mawar merah konon melambangkan proses terjadinya sesuatu atau proses kelahiran ke dunia. Mawar merah juga melambangkan ibu. Dalam bancakan weton (makanan dari selamatan-red), dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa) Sedangkan bunga mawar putih adalah perlambang dari ayah. Sang Ayah dalam bancakan weton, dilambangkan pula berupa bubur putih dari santan kelapa. Lalu kedua bubur merah dan putih, disilangkan, ditumpuk, dijejerin, merupakan lambang dari percampuran raga antara Bapa dan Ibu. Percampuran ragawi yang diikat oleh rasa sejati, dan jiwa yang penuh cinta kasih yang mulia, sebagai pasangan hidup yang seiring dan sejalan. Perpaduan ini diharapkan menghasilkan bibit regenerasi  yang berkualitas unggul.

Dalam kebudayaan Barat, mawar adalah bunga lambang cinta dan kecantikan. Bunga mawar dianggap suci untuk beberapa dewa dalam mitologi Yunani seperti Isis dan Aprodite. Bunga mawar adalah bunga nasional Inggris dan digunakan sebagai lambang tim nasional rugby Inggris dan Rugby Football Union di Inggris.
Di Kanada, bunga mawar liar merupakan bunga provinsi Alberta. Di Amerika Serikat, bunga mawar merupakan bunga negara bagian Iowa, North Dakota, Georgia, dan New York. Kota Portland di negara bagian Oregon, AS, setiap tahunnya akan mengadakan festival bunga mawar yang akhirnya sering disebut "Kota Bunga mawar."

Bunga mawar merupakan simbol anti-kekerasan di Georgia sewaktu terjadi Revolusi Mawar di tahun 2003. Selain itu, bunga mawar sering dijadikan objek lukisan oleh banyak pelukis. Pelukis Perancis bernama Pierre-Joseph Redouté juga terkenal dengan lukisan berbagai spesies bunga mawar yang digambar dengan sangat teliti. oleh Aziz Turindra.

> mawar mengajarkan kita banyak hal, mawar memberi kita pelajaran akan kehidupan ini, yang tiada pernah sempurna dan takkan kekal adanya. segala rasa yang timbul dari hati kita, dari pikiran kita, dan diri kita pun, akan seperi mawar.

mawar, sebuah bunga elok, indah menawan... dapat membuat setiap orang ingin memetik dan memilikinya, tapi akan ada saatnya dia gugur, ada saatnya dia akan mati, dan akan tiba pula saatnya ia lenyap dari kehiudpan. meski tanpa suara sesungguhnya ia ingin berkata kepada kita, tidaklah ada sesuatu yang abadi, tidak akan ada sesuatu yang kekal, bahkan apa yang terlihat indah sekarang, ada kalanya menjadi sesuatu yang dibuang, tiada berarti.

satu hal yang pasti, mawar mengajarkan kita, bahwa janganlah menjadi manusia yang lemah , jangan jadi manusia yang mudah terbawa oleh perasaan, janganlah jadi manusia yang suka akan kesenangan dan keindahan sesaat. karena itu akan memberikan kita suatu kehampaan yang sangat pedih, menimbulkan sebuah luka yang sangat dalam.

mawar juga bunga cinta, jika tiada suatu rasa yang benar-benar bertekad untuk mempertahankan cinta, cinta antara kita kan binasa. segala cerita yang telah tergores bersama kan terhapus begitu mudahnya, saat kita hanya menyukai segala sesuatunya hanya dari luar, hanya dari keindahan sesaat maka kehancuranlah yang menanti.

cinta adalah suatu nikmat dari-Nya yang harus kita jaga, sedih dan senang berawal darinya. karena cinta adalah warna dunia. (Blue_Roses JYP)
-Filsuf Klasik Yunani-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar